Ketika Osiris menghilang, Isis tidak menerima bahwa kisah suaminya telah berakhir.
Dunia masih berjalan seperti biasa. Sungai Nil tetap mengalir, bumi tetap berada di bawah langit, dan matahari tetap menempuh perjalanannya. Namun bagi Isis, sesuatu yang sangat penting telah lenyap dari dunia.
Osiris, suaminya sekaligus saudara laki-lakinya, telah dibunuh oleh Seth.
Tubuhnya kemudian disembunyikan dan dihanyutkan jauh dari tempat ia terakhir berdiri sebagai raja. Bagi siapa pun yang melihat kejadian itu dari kejauhan, mungkin tampak bahwa Osiris telah kalah dan bahwa Seth telah berhasil menghapus saudaranya dari dunia.
Tetapi Isis bukan siapa pun.
Ia adalah putri Geb dan Nut, saudara Osiris, Seth, dan Nephthys. Ia adalah seorang dewi yang kelak dikenal karena kekuatan sihir, perlindungan, dan kemampuannya mempertahankan kehidupan ketika segala sesuatu seolah telah berakhir. Dalam seni Mesir, Isis terutama tampil sebagai sosok manusia, dan pada masa-masa kemudian ia sangat sering digambarkan sebagai ibu yang melindungi Horus.
Maka ketika Osiris hilang, Isis mulai mencari.
Perjalanan Mencari Osiris
Isis meninggalkan tempatnya dan berjalan mencari jejak suaminya.
Ia tidak tahu berapa jauh tubuh Osiris telah terbawa. Tidak ada jalan yang jelas untuk diikuti. Hanya kabar, tanda-tanda kecil, dan harapan bahwa apa yang telah hilang masih dapat ditemukan.
Perjalanan itu membawa Isis semakin jauh.
Ia mencari bukan sebagai seorang ratu yang memerintahkan orang lain untuk bekerja atas namanya, melainkan sebagai seorang istri yang menolak meninggalkan suaminya.
Akhirnya, tubuh Osiris ditemukan.
Namun menemukan Osiris tidak berarti semuanya telah selesai.
Seth kembali mengambil tubuh saudaranya dan, dalam kisah yang kemudian menjadi bagian penting dari mitos Osiris, memotong-motongnya lalu menyebarkan bagian-bagiannya.
Sekali lagi Isis harus mencari.
Dan kali ini, ia tidak hanya mencari seorang suami.
Ia mencari kembali tubuh Osiris yang telah tercerai-berai.
Isis Mengumpulkan yang Tersisa
Isis berjalan dari satu tempat ke tempat lain.
Dengan bantuan Nephthys dan sekutu mereka, ia mengumpulkan bagian-bagian tubuh Osiris yang dapat ditemukan.
Satu demi satu kembali kepadanya.
Apa yang telah dihancurkan berusaha disatukan kembali.
Di sinilah kekuatan Isis menjadi sesuatu yang jauh lebih besar daripada kesetiaan seorang istri. Ia menggunakan sihirnya untuk memulihkan Osiris dan memberikan kepadanya kesempatan untuk hidup kembali, meskipun kehidupan itu tidak akan menjadi kehidupan yang sama seperti sebelumnya.
Osiris tidak kembali sebagai raja yang berjalan di antara manusia.
Kematian telah mengubah jalannya.
Namun sebelum ia meninggalkan dunia orang hidup sepenuhnya, Isis melakukan sesuatu yang akan menentukan masa depan seluruh keluarganya.
Ia mengandung seorang anak.
Anak itu adalah Horus.
Anak yang Harus Disembunyikan
Setelah kelahiran Horus, bahaya belum menghilang.
Seth masih ada.
Ia telah membunuh Osiris, dan seorang anak yang membawa darah Osiris dapat menjadi ancaman bagi kedudukannya.
Maka Isis menyembunyikan Horus.
Ia membawa anak itu ke tempat yang terlindung, jauh dari bahaya yang dapat mengancamnya. Di sana, ia membesarkannya dan menjaganya sampai cukup kuat untuk menghadapi dunia yang telah merenggut ayahnya.
Masa itu tidak mudah.
Horus masih kecil.
Ia belum dapat melindungi dirinya sendiri.
Isis harus menjadi ibu sekaligus pelindung.
Dalam kisah-kisah tentang masa kecil Horus, Isis menjaga anaknya dari bahaya dan menggunakan kekuatan sihirnya untuk melindunginya. Gambaran Isis yang menyusui Horus kemudian menjadi salah satu bentuk paling terkenal dari dewi tersebut dan menegaskan perannya sebagai pemberi kehidupan dan pelindung.
Di pangkuan Isis, Horus tumbuh.
Dan bersama pertumbuhannya, warisan Osiris tetap hidup.
Kekuatan yang Tidak Terlihat
Isis tidak selalu membutuhkan kekuatan yang dapat dilihat.
Senjatanya yang paling besar adalah pengetahuan dan sihir.
Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki kekuatan magis luar biasa, dan kisahnya sering memperlihatkan kecerdikan sebagai bagian dari kekuatannya. Ia tidak selalu menghadapi masalah dengan kekerasan. Ia mencari jalan, menggunakan pengetahuan, dan menunggu saat yang tepat.
Bahkan dalam kisah yang berkaitan dengan Ra, Isis digambarkan menggunakan kecerdikannya untuk memperoleh pengetahuan rahasia yang memberinya kekuatan lebih besar.
Namun kekuatan Isis bukan hanya untuk dirinya sendiri.
Ia menggunakannya untuk mempertahankan keluarganya.
Untuk melindungi Horus.
Untuk menjaga warisan Osiris.
Dan untuk memastikan bahwa kematian tidak menjadi akhir dari garis keturunan mereka.
Ketika Horus Mulai Tumbuh
Waktu berlalu.
Anak yang dahulu harus disembunyikan mulai tumbuh.
Horus tidak lagi hanya seorang anak yang berada di bawah perlindungan ibunya. Ia mulai memahami siapa ayahnya dan apa yang telah terjadi.
Ia adalah putra Osiris.
Ia adalah pewaris.
Dan Seth masih memegang kekuasaan yang dahulu menjadi milik Osiris.
Isis tahu bahwa suatu hari Horus harus menghadapi pamannya.
Namun sebelum hari itu datang, Horus harus tumbuh terlebih dahulu.
Ia harus belajar.
Ia harus menjadi cukup kuat untuk berdiri sendiri.
Dan selama proses itu, Isis tetap berada di sisinya.
Hubungan antara keduanya kemudian menjadi salah satu gambaran paling kuat dalam seni Mesir. Patung-patung Isis yang memangku atau menyusui Horus dibuat dalam jumlah besar, menunjukkan betapa kuatnya citra dirinya sebagai ibu yang melindungi anak dan sebagai pemberi kehidupan.
Di sana, kekuatan Isis tidak tampak seperti kekuatan seorang prajurit.
Ia tampak seperti kekuatan seorang ibu yang tidak membiarkan dunia merenggut anaknya.
Ketika Anak Itu Menuntut Warisannya
Pada akhirnya, Horus tidak dapat terus bersembunyi.
Ia harus berdiri di hadapan Seth.
Perselisihan mereka berlangsung panjang.
Keduanya menuntut hak atas kerajaan yang pernah diperintah Osiris. Di belakang Horus berdiri warisan ayahnya, sementara di belakang Seth terdapat kekuatan dan kedudukan yang telah ia rebut.
Isis tetap menjadi bagian penting dari perjalanan itu.
Ia tidak hanya melihat dari kejauhan.
Ia membantu anaknya ketika diperlukan, menggunakan kecerdikan dan kekuatan yang menjadi cirinya.
Namun Horus harus menjalani jalannya sendiri.
Perjuangan itu bukan lagi hanya tentang seorang ibu yang melindungi anak.
Kini tentang seorang anak yang berusaha mendapatkan kembali warisan ayahnya.
Dan jauh di balik perjuangan itu, Isis telah memastikan bahwa Horus dapat tumbuh sampai hari ketika ia mampu berdiri sendiri.
Isis dan Takdir Osiris
Sementara Horus berjuang di dunia orang hidup, Osiris telah memperoleh tempatnya sendiri.
Ia menjadi penguasa dunia orang mati.
Dengan demikian, keluarga itu seolah terbagi menjadi dua dunia.
Horus berdiri di dunia kehidupan sebagai pewaris kerajaan.
Osiris berdiri di dunia kematian sebagai rajanya.
Isis menjadi penghubung di antara keduanya.
Ia adalah istri Osiris.
Ia adalah ibu Horus.
Dan melalui dirinya, warisan dari seorang raja yang telah mati tetap dapat diteruskan kepada anaknya.
Hubungan ini kemudian menjadi sangat penting dalam gambaran kerajaan Mesir. Isis dipandang sebagai ibu ilahi Horus, sementara Horus memiliki hubungan erat dengan kedudukan raja yang sah.
Osiris tidak kembali untuk merebut takhta.
Isis tidak menggantikannya.
Sebaliknya, ia membantu memastikan bahwa sesuatu dari Osiris tetap hidup melalui Horus.
Ibu yang Menjadi Pelindung
Seiring waktu, Isis menjadi jauh lebih besar daripada sekadar tokoh dalam kisah keluarga Osiris.
Ia menjadi sosok yang dikaitkan dengan perlindungan, kehidupan, kesetiaan, dan keibuan.
Para pemuja menggambarkannya sebagai ibu yang memeluk anaknya.
Sebagai pelindung Osiris.
Sebagai dewi yang memiliki kekuatan untuk menyembuhkan dan memulihkan.
Dalam bentuk-bentuk patung dari masa kemudian, Isis sering tampil dengan mahkota atau simbol yang menegaskan identitasnya. Ia juga dapat mengenakan mahkota bertanduk dengan cakram matahari, sebuah bentuk yang semakin umum pada masa kemudian.
Namun di balik semua gambaran itu tetap ada satu kisah yang menjadi inti kekuatannya.
Isis kehilangan.
Lalu ia mencari.
Ia menemukan.
Ia kehilangan lagi.
Lalu ia mengumpulkan kembali.
Ia menjadi seorang ibu.
Lalu ia melindungi.
Dan ketika anaknya tumbuh, ia membantunya menghadapi dunia yang dahulu menghancurkan keluarganya.
Ketika Isis Tidak Lagi Hanya Seorang Istri
Kisah Osiris membuat Isis dikenal sebagai istri yang setia.
Kisah Horus membuatnya dikenal sebagai seorang ibu.
Tetapi perjalanan Isis menunjukkan bahwa ia tidak dapat ditempatkan hanya dalam satu peran.
Ia adalah putri Geb dan Nut.
Ia adalah saudari Osiris, Seth, dan Nephthys.
Ia adalah istri Osiris.
Ia adalah ibu Horus.
Namun di antara semua hubungan itu, Isis tetap memiliki kehendaknya sendiri.
Ketika Osiris mati, ia tidak menunggu dunia memperbaiki keadaan.
Ia bertindak.
Ketika Horus terancam, ia tidak menyerah.
Ia melindunginya.
Ketika warisan Osiris dipertaruhkan, ia membantu memastikan bahwa garis keturunannya tidak terputus.
Kekuatan Isis bukan berasal dari sebuah takhta yang diwariskan kepadanya.
Kekuatannya lahir dari kemampuannya bertahan ketika segala sesuatu yang dimilikinya direnggut.
Nama yang Bertahan Setelah Semua Berlalu
Osiris akhirnya tetap menjadi raja di dunia orang mati.
Horus memperoleh tempatnya sebagai pewaris dan raja di dunia kehidupan.
Seth tetap menjadi sosok yang terkait dengan kekacauan dan konflik.
Tetapi Isis berada di antara semua kisah tersebut sebagai sosok yang menjaga agar garis kehidupan tetap berlanjut.
Ia pernah berjalan mencari tubuh suaminya.
Ia pernah menyembunyikan seorang anak dari bahaya.
Ia pernah berdiri di tengah perselisihan yang menentukan masa depan kerajaan.
Dan setelah semua itu, namanya tidak tenggelam bersama kisah lama.
Ia justru semakin kuat.
Dalam ribuan tahun seni Mesir, Isis terus muncul sebagai sosok manusia yang anggun, sebagai pelindung Osiris, dan terutama sebagai ibu yang memangku Horus. Bahkan jauh setelah masa awal pemujaannya, citranya tetap menjadi salah satu gambaran paling kuat tentang keibuan dan perlindungan dalam agama Mesir.
Pada akhirnya, kisah Isis bukan kisah tentang seorang dewi yang tidak pernah kehilangan.
Justru sebaliknya.
Ia kehilangan suaminya.
Ia menghadapi ancaman terhadap anaknya.
Ia melihat keluarganya terpecah.
Namun setiap kali sesuatu direnggut darinya, Isis menemukan cara untuk mengambil kembali apa yang masih dapat diselamatkan.
Karena itu, ketika kisah tentang Osiris berakhir di dunia orang mati dan kisah Horus berlanjut menuju takhta, jejak Isis tetap berada di antara keduanya.
Ia adalah istri yang mencari.
Ibu yang melindungi.
Dewi yang menggunakan kecerdikan dan sihir untuk mempertahankan kehidupan.
Dan ketika dunia mencoba memutuskan garis keturunan Osiris, Isis memastikan bahwa garis itu tetap hidup.
